Adakah Sunnah Puasa Tasua 9 Muharram dari Rasulullah? Ini Dalil dan Sejarahnya

Adakah Sunnah Puasa Tasua 9 Muharram dari Rasulullah? Ini Dalil dan Sejarahnya

Nur Umar Akashi - detikJogja
Senin, 22 Jun 2026 10:54 WIB
Ilustrasi Puasa Tasua
Ilustrasi Puasa Tasua (Foto: Abdullah Arif/Unsplash)
Jogja -

Sudah jelas bahwasanya puasa 10 Muharram alias Asyura disunnahkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Bahkan, sang Khatamul Anbiya' sendiri menyebut siapa saja yang puasa pada tanggal itu akan mendapat keutamaan berupa pengampunan dosa setahun lalu.

Dikutip dari buku Puasa yang Masyru' dan Tidak tulisan Isnan Ansory Lc MAg, dasar disunnahkannya puasa Asyura adalah hadits berikut:

عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنَ أَبِي سُفْيَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَال: قال رَسُولُ الله: «هَذَا يَوْمُ عَاشُورَاءَ وَلَمْ يَكْتُبِ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، وَأَنَا صَائِمٌ، فَمَنْ شَاءَ، فَلْيَصُمْ وَمَنْ شَاءَ، فَلْيُفْطِرْ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Dari Muawiyah bin Abi Sufyan RA, Rasulullah SAW bersabda: 'Ini hari Asyura dan Allah tidak mewajibkan puasa kepada kalian di hari itu, sedangkan saya berpuasa, maka siapa yang mau berpuasa, hendaklah ia berpuasa dan siapa yang mau berbuka (tidak berpuasa) hendaklah ia berbuka.'" (HR Bukhari)

Hadits di atas menjelaskan secara gamblang sunnah puasa Asyura tanggal 10 Muharram. Seperti detikers ketahui, puasa ini kerap disandingkan dengan puasa Tasua tanggal 9. Lantas, puasa Tasua itu disunnahkan juga atau tidak?

ADVERTISEMENT

Berikut pembahasan lengkap seputar dalil puasa Tasua dan sejarahnya!

Dalil dan Sejarah Puasa Tasua 9 Muharram

Sejarah puasa Tasua bermula ketika Nabi Muhammad SAW mengunjungi Madinah. Di sana, beliau melihat orang-orang Yahudi tengah mengerjakan puasa Asyura.

Beliau bertanya kepada orang-orang Yahudi itu tentang yang mereka kerjakan. Mereka menjawab, "Ini hari baik, hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka, lalu Musa berpuasa pada hari itu."

Nabi Muhammad SAW menimpali, "Aku lebih berhak terhadap Musa dari kalian". Beliau kemudian berpuasa pada hari itu dan memerintahkan untuk melaksanakan puasa tersebut. Kisah ini tercantum dalam hadits shahih riwayat Bukhari.

Tatkala Nabi SAW menyunnahkan puasa Asyura, ada sahabat yang berkata bahwa hari itu (10 Muharram) diagungkan oleh orang Yahudi dan Nasrani. Menanggapi hal tersebut, Nabi SAW kemudian memerintahkan untuk berpuasa juga pada 9 Muharram.

Kisah anjuran puasa tanggal 9 Muharram alias Tasua ini diriwayatkan oleh Imam Muslim:

"Dari Abu Ghathafan bin Tharif al-Murri, ia mendengar Ibnu Abbas RA berkata, 'Saat Rasulullah SAW berpuasa di hari Asyura dan memerintahkan sahabat untuk berpuasa juga, para sahabat berkata: 'Ya Rasulullah, itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nashrani.'

Lalu, Rasulullah SAW bersabda: 'Tahun depan insya Allah kita akan berpuasa pada hari kesembilan (Tasua).' Ibnu Abbas RA berkata: 'Belum sampai ke tahun depan, Rasulullah SAW telah wafat.'" (HR Muslim)

Dengan demikian, jelas bahwa puasa Tasua juga disunnahkan Nabi SAW. Biarpun, Nabi SAW sudah dipanggil menghadap Allah SWT sebelum sempat menunaikannya. Wallahu a'lam bish-shawab.

Adakah Keutamaan Puasa Tasua 9 Muharram?

Berbeda dengan puasa Asyura, tidak ada keutamaan khusus puasa Tasua. Yang jelas, mengerjakan puasa ini berarti menjalankan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, puasa Tasua dilaksanakan pada Muharram, salah satu bulan haram (suci). Amal ibadah pada bulan haram akan diberi ganjaran berlipat, begitu juga perbuatan dosa.

Tak sampai di sana, Muharram adalah bulan yang padanya, dianjurkan banyak berpuasa. Dikutip dari buku 33 Faidah Seputar Asyuro & Muharram oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid, Nabi SAW bersabda:

"Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa Muharram, dan sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat malam." (HR Muslim no 1163)

Akhir kata, meski tidak memiliki keutamaan khusus, puasa Tasua punya kelebihan. Di antaranya adalah jelas secara syariat (disunnahkan Nabi SAW) dan dikerjakan pada bulan haram.

Niat dan Tata Cara Puasa Tasua 9 Muharram

Tidak lama lagi, waktu pengerjaan puasa Tasua 2026 tiba. Sebelum itu, detikers mesti tahu niat hingga tata caranya dahulu.

Menurut penjelasan di buku Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya oleh Khalifa Zain Nasrullah, niat puasa Tasua cukup dalam hati saja. Namun, bagi detikers yang mengikuti pendapat sunnahnya melafalkan, begini bacaannya:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَسْعَ سُنَّةٌ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma Tasua sunnatan lillaahi ta'ala.

Arti: "Aku berniat puasa Tasua, sunnah karena Allah Ta'ala."

Mengenai tata caranya, tidak ada yang berbeda antara puasa Tasua dengan puasa lain. Umat Islam memulainya dengan berniat sejak malam hingga sebelum Subuh. Kemudian, diteruskan dengan santap sahur.

Setelah itu, puasa Tasua dijalani dengan penuh rasa sabar, menahan segala macam godaan. Ketika Matahari terbenam yang ditandai dengan kumandang adzan Maghrib, segera berbuka.

Makanan yang disunnahkan untuk berbuka puasa adalah kurma basah. Bila tidak ada, maka bisa diganti dengan kurma kering atau air putih. Lepas berbuka, panjatkan doa buka puasa sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Jadwal Puasa Tasua 9 Muharram 2026

Pemerintah melalui Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 menetapkan 1 Muharram 1448 H bertepatan dengan Selasa, 16 Juni 2026. Senada, Muhammadiyah di Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) mengonversi 1 Muharram 1448 H menjadi Selasa, 16 Juni 2026.

Bagaimana dengan Nahdlatul Ulama (NU)? Dilansir NU Online, Lembaga Falakiyah PBNU menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026. Itu artinya, tanggal pelaksanaan puasa Tasua NU berbeda dengan Muhammadiyah dan pemerintah.

Begini jadwalnya:

  • Rabu, 24 Juni 2026: Puasa Tasua versi pemerintah dan Muhammadiyah
  • Kamis, 25 Juni 2026: Puasa Tasua versi NU

Demikian pembahasan lengkap mengenai disunnahkan tidaknya puasa Tasua. Semoga menjawab, ya, Dab!




(num/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads