Bocah Asal Sultra Tewas Tenggelam di Kolam Renang Banguntapan Bantul

Bocah Asal Sultra Tewas Tenggelam di Kolam Renang Banguntapan Bantul

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Senin, 22 Jun 2026 11:25 WIB
Polisi saat menunjukkan lokasi tenggelamnya seorang bocah umur enam tahun di Potorono, Banguntapan, Bantul.
Polisi saat menunjukkan lokasi tenggelamnya seorang bocah umur enam tahun di Potorono, Banguntapan, Bantul. Foto: Dok Polres Bantul
Bantul -

Bocah usia enam tahun tewas tenggelam saat bermain air di kolam renang daerah Potorono, Banguntapan, Bantul. Korban ditemukan tewas di kolam sedalam 1,2 meter.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto mengatakan, kejadian bermula saat korban, SAA (6), warga Katobu, Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) datang ke salah satu kolam renang di Potorono, Minggu, (21/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Selanjutnya, pukul 10.10 WIB SAA sedang beraktivitas di area kolam renang.

"Tidak lama kemudian petugas dapat laporan kalau ada anak tenggelam di kolam sedalam 1,2 meter di Potorono," katanya kepada wartawan, Senin (22/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sesampainya di lokasi kejadian, petugas di kolam renang sudah mengevakuasi korban. Mengingat saat itu petugas jaga sebenarnya mengawasi aktivitas di kolam nomor dua bagian barat tersebut.

"Saat diangkat petugas, tubuh korban yang sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Oleh sebab itu, petugas membawa SAA ke Rumah Sakit Rajawali Citra, Banguntapan, Bantul. Rita mengungkapkan, bahwa SAA telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit tersebut.

"Sampai di IGD kondisi korban tidak sadar dan denyut nadinya sudah tidak teraba. Tim medis sudah melakukan tindakan darurat, tapi pukul 10.29 WIB korban dinyatakan meninggal dunia," ucapnya.

Terkait penyebab SAA bisa tenggelam saat di kolam renang, Rita mengaku belum bisa mengungkapkannya secara gamblang. Mengingat kolam yang menjadi lokasi tenggelamnya SAA tidak terpantau CCTV.

"Masih didalami, karena area kolam tempat korban tenggelam ternyata tidak terjangkau oleh kamera pengawas. Karena empat titik CCTV yang ada hanya menyorot gerbang masuk, loket tiket, kolam timur dan area seluncuran," katanya.

Namun, Rita memastikan bahwa SAA datang bersama keluarganya saat mengunjungi kolam renang tersebut. Akan tetapi, bersama siapa SAA bermain di sekitar kolam masih dalam penyelidikan polisi.

"Korban datang bersama keluarga. Kalau soal korban main air sendiri atau tidak masih didalami," ujarnya.

Di sisi lain, Rita mengungkapkan bahwa setelah Tim Medis Rumah Sakit Rajawali Citra menyatakan SAA meninggal dunia, jenazah dibawa ke rumah pamannya di Glagah, Tamanan, Banguntapan, Bantul untuk disemayamkan.

"Setelah itu, pihak keluarga memutuskan untuk langsung menerbangkan jenazah korban ke Sulawesi Tenggara agar bisa segera dimakamkan oleh keluarga besar di sana," ucapnya.




(afn/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads