Di Kelurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, terdapat hunian unik berbentuk bulat mirip iglo. Rumah domes hunian korban relokasi gempa 2006 itu populer dengan Rumah Teletubbies karena mirip.
Permukiman unik itu terletak di kaki perbukitan Prambanan sekitar empat kilometer dari Jalan Raya Prambanan-Piyungan. Lokasinya berada di dataran rendah di tepi sungai dengan dikelilingi persawahan.
Rumah Teletubbies itu memiliki pintu dan jendela seperti rumah pada umumnya. Hal yang membedakan hanya bentuknya yang menyerupai kubah (dome) dengan atap cor semen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cat tembok rumah yang berwarna-warni itu sebagian digambari mural kartun. Tidak hanya rumah, fasilitas masjid dan tempat pertemuan pun bentuknya dome.
Kini sebagian bangunan rumah dome di Dukuh Nglepen ini telah direnovasi warga dengan menambah bangunan baru. Akibatnya di beberapa lokasi rumah kubah itu tidak lagi tampak utuh lengkung.
Karena bentuknya yang lucu, hunian dome itu pernah menjadi ikon wisata yang populer. Setiap hari libur kompleks rumah penyintas gempa itu ramai dikunjungi.
"Nggih niki rumiyin ramai sanget (ya dulu sangat ramai). Tapi semenjak ada covid (2019) mulai sepi," kata Lasiyem (70) warga hunian dome kepada detikJogja saat ditemui di lapaknya, Sabtu (28/6/2026).
Sambil melayani pembeli pecel dan minuman, Lasiyem mengenang masa saat pandemi COVID. Kala itu, pengunjung tidak boleh masuk. Dampaknya pun terasa hingga kini.
"Sekarang sepi. Ya tetap ada Sabtu-Minggu, biasanya dari sekolah-sekolah," jelasnya Lasiyem.
"Saya jualan warung, ya minuman ya gorengan laris banget. Sehari dulu Rp 300 ribu ya dapat, sekarang Rp 50 ribu saja sulit," imbuh Lasiyem.
Rumah Teletubbies di Sleman, hunian relokasi korban gempa yang jadi desa wisata. Foto: Achmad Husein Syauqi/detikJogja |
Warga lainnya, Samijo (71), mengenang kawasan ini dulu ramai pengunjung. Namun, kini semakin sepi usai pandemi COVID.
"Sejak COVID niko (itu) sepi, dilarang. Sekarang ya begini," ungkapnya.
Terpisah Lurah Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Kurniawan Widiyanto membenarkan sejak COVID, kunjungan wisata ke rumah dome turun drastis. Pihaknya pun kini berupaya untuk menggeliatkannya lagi.
"Kita baru mencoba merintis lagi, merangkak lagi. Kita berikan pendampingan, tahun lalu bersama dinas pariwisata untuk membangkitkan lagi semangat pelaku wisata," ungkap Kurniawan.
Sebagai informasi, rumah dome ini merupakan hunian relokasi warga Dukuh Nglepen dan Sengir yang terdampak gempa 2006. Warga di kampung itu pindah karena tanahnya ambles.
Imbasnya, kini Padukuhan Ngelepn dan sebagian Dukuh Sengir pun sepi seperti kampung mati. Kawasan itu kini ditumbuhi pepohonan rimbun bak hutan.
(ams/ams)


Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Sebut Pelapor Dirinya ke Polisi Lagi Caper ke Presiden
Duduk Perkara Danrem Pamungkas Cekcok dengan Marshal Saat Ikut Maraton