Kemenhub Soal Rencana Reaktivasi Bandara Adisutjipto: Sekarang Masih Aktif

Kemenhub Soal Rencana Reaktivasi Bandara Adisutjipto: Sekarang Masih Aktif

Adji G Rinepta - detikJogja
Rabu, 17 Jun 2026 12:50 WIB
Kemenhub dan Angkasapura Indonesia usai menemui Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan Kota Jogja, Rabu (17/6/2026).
Kemenhub dan Angkasapura Indonesia usai menemui Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan Kota Jogja, Rabu (17/6/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Angkasapura Indonesia menemui Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, hari ini. Saat ditanya apakah pertemuan ini membahas soal reaktivasi Bandara Adisutjipto, begini jawaban dua lembaga tersebut.

"Ndak, ndak ada (pembahasan mengenai reaktivasi Bandara Adisutjipto)," jelas Direktur Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Agustinus Budi Hartono usai pertamuan di Kompleks Kepatihan Kota Jogja, Rabu (17/6/2026).

"Reaktivasi gimana, sekarang kan (Bandara Adisutjipto) masih aktif, lho kan sekarang komersil kan ATR," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun pertemuan ini, kata Budi, dalam rangka melaporkan agenda rapat Asean-China yang rencananya akan digelar di Jogja Juli mendatang. Forum ini akan mempertemukan 200 kontingen perwakilan negara negara Asean dan China.

ADVERTISEMENT

"Kami akan mengadakan forum pertemuan ya, airline-airline yang ada di China juga dengan di Indonesia, dan juga perwakilan dari bandara yang ada di China," jelas Budi.

"Ya intinya kita juga coba mengeksplore Bandara YIA dan juga tentunya kita juga mengeksplor pariwisata yang ada di Jogja. Sebenarnya kalau pertemuannya kan memang rutin. Indonesia kebetulan tahun ini sebagai tuan rumah," sambungnya.

Regional CEO IV PT Angkasa Pura Indonesia, Rahadian D Yogisworo juga membantah adanya bahasan reaktivasi Bandara Adisutjipto dalam pertamuan dengan Sultan.

"Nggak ada, nggak ada sama sekali (pembahasan mengenai reaktivasi Bandara Adisutjipto)," tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X merespons wacana Presiden Prabowo Subianto yang akan reaktivasi Bandara Adi Sutjipto Sleman untuk optimalisasi penerbangan komersial. Sultan pun tak menutup kemungkinan itu.

"Ya bisa aja, sekarang kan juga sudah ada penerbangan. Hanya masalahnya ketentuannya itu yang jet itu di Bandara yang baru, Adi Sutjipto yang baling baling kan itu," terang Sultan saat ditemui usai menghadiri acara di Kota Jogja, Rabu (3/6/2026).

Meski begitu, Sultan bilang kewenangan mengaktivasi kembali Bandara Adi Sutjipto berada di Angkasapura. Sultan pun mengaku belum dihubungi Angkasapura terkait rencana itu.

"Ya itu kan juga di-maintain sama Angkasa Pura. Jadi yang lebih berhak itu kan Angkasapura mau investasi di situ atau nggak. Belum, belum, belum ada komunikasi," pungkas Sultan.

Dilansir detikTravel, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan langsung untuk reaktivasi dan optimalisasi komersialisasi sejumlah bandara, di antaranya Bandara Husein Sastranegara di Bandung dan Bandara Adi Sutjipto di Yogyakarta.

Untuk menindaklanjuti arahan langsung Presiden tersebut, Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) Donny Ermawan menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Wamen PPN/Waka Bappenas) RI Febrian Alphyanto Ruddyard di Ruang Kerja Wamenhan, Jakarta, pada Senin (25/5/2026).

Mengutip situs resmi Kementerian Pertahanan, pertemuan ini guna membahas koordinasi percepatan berbagai program strategis nasional yang bersinggungan langsung dengan pengelolaan aset pertahanan, optimalisasi infrastruktur perhubungan, serta pengembangan industri kedirgantaraan nasional.

Terkait pemanfaatan bersama pangkalan udara TNI Angkatan Udara untuk penerbangan sipil komersial tersebut, Kementerian Pertahanan menyatakan komitmen penuh dan dukungan regulasi. Tantangan teknis mengenai pengaturan kapasitas apron serta manajemen waktu penerbangan akan dikoordinasikan lebih lanjut secara lintas sektoral bersama Kementerian Perhubungan dan pemerintah daerah terkait.

Dalam diskusi tersebut, Wamenhan menekankan pentingnya menjaga kesiapan operasional militer sembari mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah melalui sektor penerbangan sipil. Beliau memberikan penegasan khusus mengenai prinsip penggunaan bersama fasilitas pangkalan udara tersebut.

"Kami menyambut baik rencana pembukaan kembali penerbangan komersial, dengan tetap memastikan operasional serta eksistensi pertahanan TNI Angkatan Udara di kawasan tersebut berjalan optimal dan terjaga dengan baik. Ke depan, hal yang menjadi perhatian utama adalah pengaturan teknis terkait penggunaan apron dan pengelolaan waktu penerbangan agar tidak terjadi kepadatan, sehingga aktivitas militer dan sipil dapat berlangsung secara harmonis, selaras, dan tanpa saling mengganggu," ujar Wamenhan.

Selain penataan bandara, pertemuan ini juga membahas proyeksi jangka panjang pembentukan ekosistem industri makro kedirgantaraan melalui konsep Sustainable Aerospace Park di Kertajati, yang mengombinasikan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) komersial dan militer. Kedua pihak sepakat untuk terus mematangkan cetak biru teknokratis serta pola pengelolaan asetnya. Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama untuk segera menggelar rapat koordinasi lanjutan yang lebih intensif bersama kementerian teknis, jajaran TNI Angkatan Udara, serta pihak pemerintah provinsi terkait.




(afn/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads