Ketika berbincang mengenai malam 1 Suro, detikers mungkin akan langsung terbayang pelbagai larangan yang menyelimuti momen itu. Di antaranya keluar rumah, bepergian jauh, pindah rumah, dan berkata kasar. Namun, bagaimana dengan hubungan suami istri? Apakah juga dilarang?
Dirujuk dari buku Misteri Bulan Suro: Perspektif Islam Jawa tulisan Muhammad Solikhin, Suro adalah bulan pertama dalam tanggalan Jawa-Islam. Bagi orang Jawa, Suro adalah bulan yang keramat nan agung karena merupakan bulannya Allah.
Saking mulianya, muncul anggapan bahwa seorang hamba atau manusia tidak akan kuat untuk menggelar hajatan padanya. Begitu juga berbagai kegiatan lain yang telah disinggung sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi, pelbagai larangan yang dipedomani orang Jawa pada bulan Suro sebenarnya berangkat dari rasa hormat teramat. Tidak heran jika larangan-larangan Suro, khususnya untuk malam 1 Suro, masih terus diyakini sampai sekarang.
Lalu, bagaimana halnya dengan berhubungan suami istri? Apakah turut dilarang sebagaimana halnya menggelar hajatan? Begini pembahasan hukumnya dalam syariat Islam!
Hukum Berhubungan Suami Istri pada Malam 1 Suro
Buya Yahya, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, ketika ditanya mengenai hukum berhubungan suami istri pada 1 Muharam, mengatakan boleh. Ia menegaskan tidak adanya larangan melakukan hal tersebut.
"Boleh saja. Siapa yang mengatakan tidak boleh?" ujarnya dikutip dari YouTube Buya Yahya, Kamis (11/6/2026).
"Yang gak boleh adalah waktu anda puasa wajib/meng-qadha. Nggak boleh diputus untuk hubungan suami istri. Karena membatalkan puasa wajib kan ndak boleh," lanjutnya.
Perlu detikers ketahui, 1 Muharam dalam kalender Jawa adalah 1 Suro. Meski berbeda penanggalan dan mungkin datang pada tanggal yang berbeda, hakikatnya tetap sama. Alhasil, tidak ada larangan untuk berhubungan suami istri pada malam 1 Suro.
Lebih lanjut, dikutip dari laman NU Jawa Barat, berhubungan badan suami istri pada malam apa pun sejatinya boleh. Kecuali, memang ada dalil yang mengharamkan. Contohnya, ketika istri sedang dalam keadaan haid, maka berhubungan badan jadi terlarang.
Dalam kitab Al-Majmu' dijelaskan:
"Dalil kami untuk menanggapi argumentasi semua pendapat di atas adalah seperti yang dikemukakan Ibnu al-Mundzir bahwa berhubungan badan hukumnya boleh karena itu kita tidak bisa melarang dan memakruhkannya tanpa dalil." (Al-Majmu', Juz 2, Hal 241)
Pun, anggapan bahwa berhubungan badan pada malam awal, pertengahan, dan akhir bulan jelek karena kedatangan setan, dibantah oleh ulama. Ibnu Hajar dalam kitab Tuhfatul Muhtaj menjelaskan:
"Dikatakan bahwa bagus jika meninggalkan berhubungan badan pada malam awal bulan, pertengahan, dan akhir bulan, dengan disebutkan bahwa setan itu datang pada malam-malam tersebut. Namun, ungkapan ini ditolak dengan sebab tidak adanya dalil yang tsabit sedikit pun, dan kewajiban membaca doa sebelum berhubungan badan itu akan dapat mencegah keburukan setan." (Tuhfatul Muhtaj, Juz 3, Hal 187)
Akhir kata, ditinjau dari kacamata syariat Islam, berhubungan badan pada malam 1 Suro adalah boleh alias mubah. Tentunya, dengan mengindahkan aturan yang telah diajarkan Nabi SAW.
Kapan Malam 1 Suro 2026?
Sebenarnya, kapan malam 1 Suro 2026? Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, meski 'terinspirasi' dari Muharam, awal Suro tidak mesti jatuh pada tanggal yang sama.
Dilihat dari Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang dikeluarkan Kementerian Agama, 1 Suro 1960 Ba' jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026. Dengan demikian, malam 1 Suro-nya jatuh pada Selasa malam, 16 Juni 2026.
Bagaimana dengan 1 Muharam? Kalender Kementerian Agama menulis 1 Muharam 1448 Hijriah bertepatan dengan Selasa, 16 Juni 2026. Meski begitu, karena pergantian hari kalender Hijriah terjadi saat Matahari terbenam, 1 Muharam dimulai sejak Senin, 15 Juni 2026, waktu maghrib.
Berikut beberapa poin pentingnya yang perlu detikers catat:
- 1 Suro 1960 Ba': Rabu, 17 Juni 2026
- Malam 1 Suro 1960 Ba': Selasa, 16 Juni 2026, dimulai saat Matahari terbenam
- 1 Muharam 1448 H: Selasa, 16 Juni 2026
- Malam 1 Muharam 1448 H: Senin, 15 Juni 2026, dimulai saat Matahari terbenam
Demikian pembahasan ringkas mengenai boleh tidaknya berhubungan suami istri pada malam 1 Suro menurut kacamata Islam. Semoga menjawab, ya, detikers!
(num/afn)

Komentar Terbanyak
Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Kendaraannya Usai Demo Gejayan
Misteri Alat Pelacak di Kendaraan Tiyo Eks Ketua BEM UGM Usai Demo Gejayan
Kronologi Lengkap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Klaim Temukan 2 Alat Pelacak di Mobil