Dua buah alat pelacak ditemukan di mobil yang ditumpangi oleh eks Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM Tiyo Ardianto. Pemasangnya masih misterius. Polda DIY pun mempersilakan Tiyo membuat laporan resmi agar polisi bisa melakukan penyelidikan.
Tiyo Ardianto mengaku menemukan dua alat pelacak di mobil milik saudaranya yang dipinjamkan kepadanya. Alat pelacak tersebut ditemukan di dua lokasi berbeda dan dalam waktu yang berdekatan.
Alat pelacak pertama, berbentuk kotak, ditemukan Tiyo di bawah rangka mobil usai dia pulang dari menghadiri aksi di simpang tiga Gejayan, Sabtu (13/6). Adapun alat kedua, berbentuk pipih, ditemukan di ban belakang dalam perjalanan menuju bandara Semarang pada Minggu (14/6).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahwa ternyata alat pelacak ini sudah membersamai saya sejak Jumat malam, 12 Juni 2026," kata Tiyo saat dihubungi wartawan, Senin (15/6/2026).
Kronologi Temukan 2 Alat Pelacak
Tiyo menceritakan kronologi penemuan dua alat pelacak yang terpasang di mobil itu. Awalnya, pada Jumat (12/6) siang, dia berangkat dari Kudus menuju Semarang dan baru tiba di Hotel Cordova, Tembalang, sekitar pukul 19.00 WIB karena sempat terjebak macet. Tiyo mengaku di perjalanan sempat berhenti untuk makan.
"Di sana (hotel) saya istirahat dan kemudian sempat pergi ke beberapa tempat," jelasnya.
Pada Sabtu (13/6) pagi, Tiyo menghadiri diskusi di Balai Penjamin Mutu Provinsi Jawa Tengah yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Semarang. Dalam kegiatan itu, Tiyo mengaku merasa sedang diawasi oleh sejumlah orang yang tidak dikenalnya.
"Di sana saya sudah mendapati ada beberapa orang tidak dikenal yang menguntit dan kemudian memfoto saya secara jelas apa yang saya lakukan termasuk ketika saya jalan. Itu menurut saya jadi aba-aba bahwa saya memang sedang diintai," ujar dia.
Kegiatan tersebut selesai sekitar pukul 12.30 WIB. Tiyo kemudian segera berangkat ke Jogja untuk turut terlibat dalam aksi di Gejayan, Sleman.
"Nah, itu sepanjang perjalanan dari Semarang ke Jogja sebenarnya beberapa kali notifikasi itu muncul, tapi saya abaikan. Saya tidak anggap itu sebagai suatu yang penting karena dalam keadaan menyetir," kata dia.
Setelah kegiatan di Gejayan selesai pada Sabtu (13/6) malam, sekitar pukul 20.00-21.00 WIB, notifikasi serupa kembali muncul. Kali ini Tiyo memutuskan untuk memeriksanya.
"Notifikasi itu muncul kembali dan segera saya cek. Saya temukan alat kotak yang punya magnet ditempel di bagian belakang bodinya," jelasnya.
"Itu saya ambil lalu setelah saya konsultasikan ke beberapa orang harus direndam di air, saya rendam di air semalaman," lanjutnya.
Keesokan harinya, saat perjalanan menuju Semarang pada Minggu (14/6) siang, Tiyo kembali menemukan notifikasi bahwa alat itu masih bergerak bersama dirinya. Awalnya dia menganggap alat itu belum mati meski sudah direndam air.
"Maka saya abaikan itu, ya sudahlah. Tapi sesudahnya saya sempat pindahkan alat itu lewat teman saya di Semarang," ujarnya.
Setelah alat itu dipindahkan, dia kemudian menuju bandara. Tapi notifikasi itu masih muncul lagi. Akhirnya, dia kembali melakukan pencarian di setiap sudut kendaraan.
"Kami cari lagi dan ternyata kami temukan dalam bentuk lain yaitu lingkaran pipih ditempel menggunakan solasi, lakban gitu hitam di bagian ban kanan belakang," bebernya.
Penemuan alat kedua itu membuat Tiyo semakin khawatir. Dia mengaku belum mengetahui apakah kedua benda tersebut merupakan alat yang berbeda atau saling berkaitan.
"Ini membuat saya tambah berdebar karena saya tidak tahu apakah dua alat ini adalah alat yang berbeda yang dipasang di jangka waktu yang berbeda atau alat kedua ini saling berhubungan," ucapnya.
Diduga Dipasang di Jogja
Menurut Tiyo, alat pelacak pertama yang ditemukan dalam kondisi tidak kotor. Oleh karena itu, ada dugaan bahwa alat tersebut dipasang ketika dia berada di Jogja.
"Karena memang di alat yang pertama saya temukan itu, itu tidak kotor sama sekali. Tidak kotor sama sekali itu mungkin menandakan bahwa alat itu baru dipasang ketika saya di Jogja," jelasnya.
"Karena sepanjang perjalanan dari Semarang ke Jogja itu kan beberapa kali hujan, sehingga kalau dia tidak kotor, maka kemungkinan itu baru dipasang," lanjutnya.
Sementara untuk alat yang terpasang di ban, terkonfirmasi melalui PBX Finder yang ada di HP. Alat itu setelah dia cek sudah terpasang sejak Jumat (12/6).
"Saya tadi cek bahwa ternyata alat itu sudah dipasang sejak Jumat malam tanggal 12 Juni. Dan pertama kali dicek oleh pemilik alat itu pukul 19.55. Itu ketika saya masih di Hotel Cordova Tembalang," ungkapnya.
Tiyo mengaku tidak terlalu paham benda tersebut merupakan alat apa, termasuk bagaimana cara kerjanya, dan bahkan bagaimana itu muncul di notifikasi. "Itu saya baru pelajari sesudah ada notifikasi itu," ujar dia.
Dia mengungkapkan, temuan itu semakin menegaskan bahwa dirinya memang sedang dipantau.
"Saya kira justru itulah letak di mana terornya terjadi. Bahwa ini sengaja dipasang untuk saya ketahui supaya jadi alarm bagi diri saya bahwa ke mana pun saya pergi ada orang-orang yang tahu, ada orang-orang yang mengamati," ucapnya.
Pertimbangkan Lapor Polisi
Atas peristiwa itu Tiyo mempertimbangkan untuk membuat laporan.
"Saya sedang pertimbangkan untuk laporkan (ke polisi) sembari lakukan investigasi secara mandiri," kata Tiyo saat dihubungi wartawan, Senin (15/6/2026).
Terpisah, Kabid Humas Polda DIY, Kombes Ihsan, saat dikonfirmasi mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait kejadian tersebut.
"Terkait informasi tersebut, kami sampaikan bahwa hingga saat ini Polda DIY belum menerima laporan resmi dari pihak yang bersangkutan," kata Ihsan sore ini.
Meski demikian, Ihsan menyebut bahwa petugas di lapangan tetap melakukan pemantauan dan pengumpulan informasi awal demi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
"Kami mempersilahkan saudara Tiyo atau pihak yang dirugikan untuk segera membuat laporan resmi ke Polda DIY. Laporan tersebut penting sebagai dasar hukum bagi kami untuk melakukan penyelidikan secara prosedural, objektif dan mendalam," ujarnya.

Komentar Terbanyak
Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Kendaraannya Usai Demo Gejayan
Misteri Alat Pelacak di Kendaraan Tiyo Eks Ketua BEM UGM Usai Demo Gejayan
Kronologi Lengkap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Klaim Temukan 2 Alat Pelacak di Mobil