Eks BEM UGM Tiyo Pertimbangkan Lapor Polisi Usai Mobil Dipasangi 2 Alat Pelacak

Eks BEM UGM Tiyo Pertimbangkan Lapor Polisi Usai Mobil Dipasangi 2 Alat Pelacak

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Senin, 15 Jun 2026 15:24 WIB
Tangkapan layar momen saat mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, menemukan alat pelacak yang dipasang di bawah kendaraannya. Foto diunggah Senin (15/6/2026).
Tangkapan layar momen saat mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, menemukan alat pelacak yang dipasang di bawah kendaraannya. Foto diunggah Senin (15/6/2026). Foto: dok. Instagram/@tiyoardianto_
Sleman -

Dua buah alat pelacak ditemukan di mobil yang ditumpangi oleh eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto. Atas peristiwa itu Tiyo mempertimbangkan untuk membuat laporan.

Hal itu diungkap saat ditanya apakah akan melaporkan hal itu ke polisi. Menurutnya, pelaporan itu menjadi salah satu langkah yang sedang dipertimbangkan untuk dilakukan.

"Saya sedang pertimbangkan untuk laporkan (ke polisi) sembari lakukan investigasi secara mandiri," kata Tiyo saat dihubungi wartawan, Senin (15/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiyo mengatakan, kedua alat pelacak itu ditemukan di waktu berbeda. Alat pelacak pertama ditemukan pada Sabtu (13/6) malam usai dirinya menghadiri aksi di Gejayan.

Kemudian, alat pelacak kedua ditemukan menempel di ban belakang mobil. Alat tersebut ditemukan pada Minggu (14/6) ketika dirinya dalam perjalan menuju bandara di Semarang.

ADVERTISEMENT

"Saya tidak tahu apakah dua alat ini adalah alat yang berbeda, yang dipasang di jangka waktu yang berbeda, atau alat kedua ini saling berhubungan," tegasnya.

Tiyo juga menyoroti bentuk teror yang dia terima. Dia menilai alat tersebut sengaja dipasang dan dibuat agar mudah diketahui.

"Saya kira justru itulah letak di mana terornya terjadi. Bahwa ini sengaja dipasang untuk saya ketahui supaya jadi alarm bagi diri saya bahwa ke mana pun saya pergi ada orang-orang yang tahu, ada orang-orang yang mengamati," katanya.

Polisi Persilakan Tiyo Melapor

Terpisah, Kabid Humas Polda DIY, Kombes Ihsan, saat dikonfirmasi mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait kejadian tersebut.

"Terkait informasi tersebut, kami sampaikan bahwa hingga saat ini Polda DIY belum menerima laporan resmi dari pihak yang bersangkutan," kata Ihsan sore ini.

Meski demikian, Ihsan menyebut bahwa petugas di lapangan tetap melakukan pemantauan dan pengumpulan informasi awal demi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

"Kami mempersilahkan saudara Tiyo atau pihak yang dirugikan untuk segera membuat laporan resmi ke Polda DIY. Laporan tersebut penting sebagai dasar hukum bagi kami untuk melakukan penyelidikan secara prosedural, objektif dan mendalam," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, menemukan dua alat pelacak dipasang di mobil yang dia gunakan. Dugaannya, kedua alat pelacak itu dipasang di Jogja dan Semarang.

Menurut keterangan Tiyo, dalam perjalanan dari Semarang menuju Jogja pada Sabtu (14/6), beberapa kali muncul notifikasi di ponselnya. Namun, saat itu Tiyo mengabaikan hal tersebut karena sedang menyetir karena hendak menghadiri aksi di Gejayan.

Akan tetapi pada malamnya sesudah aksi, notifikasi itu kembali muncul. Dia kemudian mengecek dan menemukan alat kotak yang punya magnet ditempel di bagian belakang bodinya. Alat itu kemudian direndam di air semalaman.

Tiyo menduga alat tersebut dipasang saat di Jogja karena tidak kotor. Sementara dalam perjalanan Semarang-Jogja beberapa kali turun hujan.

"Tidak kotor sama sekali itu mungkin menandakan bahwa alat itu baru dipasang ketika saya di Jogja," ujarnya.




(apl/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads