Tim geolog dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jogja mengungkap hasil penelitian dalam peristiwa fenomena 'rumah api' di Seyegan, Sleman. Kesimpulannya, tim peneliti tidak menemukan hubungan gas yang ditemukan di Sungai Nepen dengan kasus kebakaran di rumah Mutfiana.
"Kami resmi menutup (penelitian). Jadi tidak ada hubungan sekali lagi gas yang ada di Sungai Nepen dengan rumah yang terbakar," kata Dekan Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN "Veteran" Jogja, Prof. Dr. Ir. RM. Basuki Rahmad ditemui wartawan di Pemkab Sleman, Senin (15/6/2026).
Kesimpulan itu didapatkan dari serangkaian hasil penelitian yang dilakukan oleh tim geolog UPN. Meliputi, pertama pengamatan geologi permukaan. Dari situ tim mendapatkan petunjuk awal berupa batu lempung gelap yang diduga kuat sebagai sumber gas rawa ketika itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian, di sebelah samping singkapan itu, kami temukan memang betul ada gelembung-gelembung gas. Namun kami, ketika itu kan belum, masih asosiasi kami kan analognya dengan gas rawa," ujarnya.
Basuki melanjutkan, dari data geologi permukaan, posisi gelembung gas terhadap rumah yang terbakar itu berjarak sekitar jarak 250 meter.
"Namun ternyata memang gas itu, ketika kami cek dengan api, tidak mau menyala. Jadi gelembung itu memang kuat," lanjutnya.
Data lain juga menunjukkan adanya beberapa patahan yang kemudian divalidasi dengan metode geolistrik dan geomagnet. Hasil pengamatan keduanya ditemukan patahan tepat di bawah rumah Fia.
"Jadi kami mengerucut bahwa gas yang terbakar dengan gelembung gas yang jaraknya 250 meter itu, kami mengerucut menyimpulkan kami tidak menemukan hubungan antara rumah yang terbakar dengan gelembung gas yang kami temukan di Sungai Nepen," pungkasnya.
(apl/aku)

Komentar Terbanyak
Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Kendaraannya Usai Demo Gejayan
Misteri Alat Pelacak di Kendaraan Tiyo Eks Ketua BEM UGM Usai Demo Gejayan
Kronologi Lengkap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Klaim Temukan 2 Alat Pelacak di Mobil